Archive

review

This gallery contains 7 photos.

  19.30 WIB Pesan pendek saya ke pacar: Kira-kira masih dapat tiket engga ya? Pacar: Halah, se-Indonesia ini yang semangat nonton Rafathar paling cuma kamu. Saya: Hhe, bener juga. Optimis lah ya kebagian. 20.21 WIB Tinggal tujuh kursi tersisa, itupun di deretan J, K, dan L. BIADAB. Pacar cuma bisa melongo. Setidaknya kami masih kebagian …

Read More

 

personel-dpo

 

“Satu-satunya hal yang diperlukan agar kejahatan merajalela adalah orang-orang baik yang memilih tidak berbuat apa-apa” – Edmund Burke

Sebaris kalimat pemikir politik Irlandia itu yang pertama kali menyambut penonton film “Detachement Police Operation/D.P.O” (2016). Film ini nyaris sebulan terakhir sebelum tayang lebih banyak diberitakan negatif akibat skandal pidana produser sekaligus pemain utamanya: Aa Gatot Brajamusti.

Munculnya kutipan Burke di permulaan film segera memicu serangkaian perenungan: Apakah ini pertanda Aa tahu sejak lama – “weruh sakdurunge winarah” dalam ungkapan Bahasa Jawa – bahwa dia akan ditangkap polisi, lantaran sobat-sobatnya tak sekalipun menasehati agar jangan keseringan pakai narkoba?

Read More

“Sistem hidup kita saat ini menabalkan pemisahan: agar manusia-manusia yang dibungkam batal mengajukan pertanyaan, agar mereka yang dihakimi sepihak urung balas menggugat, agar menceraiberaikan yang sendirian sehingga gagal bersekutu, dan terutama, agar jiwa-jiwa terserak tidak membangun diri menjadi satu kesatuan” – Eduardo Galeano

Senyap 1

I.

Kutipan dari salah satu esai buku “The Book of Embraces” di atas mampir ke pikiranku selama menyaksikan “Senyap”.  Galeno menuliskannya sebagai pengingat, bahwa pembungkaman manusia disponsori negara selalu menimbulkan ekses yang lestari. Entah itu di Uruguay, Guatemala, Chile, Vietnam, hingga Indonesia.

Aku mengingat esai itu terutama saat muncul kesunyian berjarak antara kamera yang menyorot Adi Rukun, 44 tahun – tokoh utama dalam film dokumeter tersebut –  dengan televisi 20 inci menayangkan pengakuan degil para pembantai orang-orang dituduh komunis selama prahara 1965-1966.

Dari penciptaan jarak denotatif itulah, kita mengenal sang protagonis. Penonton “Senyap” mencerna cerita sembari menyaksikan eksistensi penonton lain, yaitu Adi. Bahasa gambar ini otomatis mempelebar jarak dari subyek yang dibicarakan. Saban adegan ini muncul, kita menerka apa yang ada di pikiran Adi menyaksikan pengakuan-pengakuan mengejutkan pembunuh kakak kandungnya.  Read More

592x342-video-terbaru-ayo-intip-dapur-film-tabula-rasa-140805l

Luka di tubuh dapat pulih seiring waktu, tapi bagaimana cara menyembuhkan jiwa yang remuk redam?

Sutradara Adriyanto Dewo bersama penulis skenario Tumpal Tampubolon, sebagai sosok kreatif di balik Tabula Rasa, menyodorkan alternatif jawabannya: Sembuhkanlah jiwamu lewat masakan minang nikmat, wabilkhusus yang diolah dari niat tulus.

Berbekal slogan “Film Kuliner Indonesia Pertama”, Tabula Rasa justru tak berpretensi menyajikan rangkaian pornografi panganan (food porn). Tidak ada unsur tasmaya memandang eksotis masakan etnis tertentu, tiada sedetikpun seruan “tambo ciek” setelah sepiring nasi dan rendang tandas, atau klise-klise yang biasa muncul dari tayangan kuliner di televisi. Langgam cerita Tabula Rasa mungkin agak asing buat generasi “mak nyus”.

Read More

This gallery contains 1 photo.

  Bola sang penendang kelima menembus sisi kanan gawang. Wasit meniupkan peluit, mengesahkan penalti itu, sekaligus mengumumkan usainya pertandingan. Lampu Stadion Lebak Bulus, Jakarta, belum lagi padam ketika belasan remaja bertempik sorak di atas lapangan rumput, berpelukan, bahagia. Terpisah ribuan kilometer di Pulau Ambon, emosi serupa terpancar dari seluruh manusia. Di masjid, gereja, lobi sekolah, …

Read More

This gallery contains 1 photo.

  Layar buat “Soekarno: Indonesia Merdeka” (2013) mulai turun satu persatu. Ambil contoh di Jakarta, tak ada lagi bioskop menayangkannya. Lantas apa yang tersisa dari salah satu film paling ambisius di Tanah Air ini? Berdasarkan aspek komersial, tim Multivision tak bisa dibilang gagal. Jumlah penonton film ini mencapai 921.931 orang, terlaris ketiga tahun lalu, di …

Read More

Kapital oleh beberapa pemikir tak perlu dipandang sebagai dosa. Bahkan, akumulasi kekayaan yang berjalan efektif dalam sistem supply-demand, seperti dipercayai Adam Smith, bisa membikin sebuah bangsa semakin makmur dan kuat. Kini, hampir semua negara-bangsa mempercayai argumen dasar Smith. Maka tak heran bila decak kagum mengarah ke China. Negara itu, lima tahun terakhir kerap dikisahkan sebagai …

Read More